Bersantap di tempat penuh polusi

Ya polusi udara, ya polusi suara. Halah, tak makan di trotoar tanpa atap pun udara Jakarta kotor. Misalnya bersantap di rumah juga bisa terganggu suara motor, sampai menerima telepon pun terganggu. Debu, dan partikel lain yang lebih kecil, adalah lauk – dari udara maupun air minuman dan kuah. Begitu juga kebisingan dari suara dari knalpot…

Baja dan bambu

Kombinasi yang nyeleneh: baja ringan ditempeli bambu untuk pemggantung kipas angin.

Teh menceng dari Polandia masuk Indonesia

Kemasan dus menceng ini bagi saya istimewa. Kalau isinya yang berbentuk kantong piramida teh celup sih sudah agak biasa. Saya mendapatkannya dari flash sale. Resminya Rp74.000 tapi saya cukup bayar Rp29.000. Tak hanya menceng. Salah satu sudut dibikin cekung sedikit, mirip penyok, tapi rapi. Kesengajaan yang nakal. Saya tak tahu bagaimana cara rumah design meyakinkan…

Kali ini sendok tidak saya buang

Sendok pemotong buah kiwi, gratis bawaan dari kemasan berisi dua seharga Rp18.000, kali ini saya simpan. Siapa tahu nanti butuh. Praktis, tinggal iris dan sendok daging buah. Pisau model lain berbentuk paruh burung kiwi. Juga hijau pupus warnanya. Kalau di rumah mungkin pisau dan sendok bukan masalah. Tapi di kantor agak repot kalau tiba-tiba membutuhkan….

Jeruk nganggur adalah rezeki

Saya suka jeruk. Lebih suka lagi kalau gratis. Dan jauh lebih suka ketika ada orang membiarkan jeruk yang mereka dapatkan bersama makan siang. Malam, di meja orang yang saya langgani, saya tinggal mencopot. Serasa memetik langsung dari pohon.

Petromaks belum tamat, tak terlalu terang

Setelah minyak tanah diganti elpiji saya menyangka lampu petromaks hanya menjadi hiasan, sebagai kap lampu gantung berisi bohlam. Ternyata tidak. Saya lihat ada saja gerobak makanan yang kembali memakai lampu pompa. Mereka meninggalkan lampu LED yang baterainya bisa dicas. Dengan petromaks elpiji, nyalanya memang tak secerlang minyak tanah yang dipompa dalam tabung bertekanan tinggi lalu…