Kuaci klasik yang bertahan

Saya menyangka dengan masuknya kuaci impor, dari biji bunga matahari, maka kuaci lokal kemasan, dari biji semangka, hanya bisa didapat dalam bentuk curah, untuk rumah duka. Ternyata kuaci jadul bikinan Semarang itu masih ada. Ketika masih bocah, saya kerap mencari tahu pabrik kuaci harus mengerahkan berapa orang untuk makan semangka lalu melepeh bijinya. Kemudian biji…

Kue bulan mantap nian

Untuk menghabiskan kue besar ini harus seiris demi seiris. Tak mungkin sekali berakot langsung habis. Kue belum habis sudah mblenger duluan. Kecuali bagi orang rakus yang sedang kelaparan.

Kasur yang bikin tidur nyenyak

Juragan pabrik kasur ini mungkin orang Jawa. Maksud saya orang yang paham bahasa Jawa, apa pun suku dia. Angler berarti tidur pulas. Soal ngorok itu bukan tanggung jawab produsen.

Dilarang merokok, kalau ngeyel ya dicokok

Mestinya begitu. Seperti dalam judul. Aturan dijalankan dengan tegas. Pelanggar akan diberi sanksi. Denda maupun kurungan. Di stasiun dan halte bisa. Rumah sakit juga. Mestinya di tempat lain juga.

Keju cap sapi ketawa

Mungkin supaya anak-anak suka, dibuatlah merek dan kemasan lucu. Seperti pabrik obat mengemas produk untuk anak. Tapi cap sapi tertawa setahu saya belum ada di Indonesia. Kalau yang mirip atau sejenis, Anda tahu? *) Bukan posting berbayar

Ada masalah? Ayo nelepon Bu Lurah

Tempelan seukuran kartu pos ini saya lihat di dekat pintu masuk rumah makan Pagi Sore di Cipete, Jakarta Selatan. Pengumuman ini untuk warga setempat ataukah para tamu kedai? Ah, entahlah. Saya tak mencoba menelepon karena tak menjumpai masalah. Saya hanya membayangkan tak mungkin yang memegang ponsel adalah Bu Lurah (dia yang jadi lurah, bukan suaminya),…